Tips Mengatasi Anak Lemas Dan Mengantuk

Bagaimana caranya mengatasi anak lemas dan mengantuk? Mendampingi anak-anak tumbuh besar dan berkembang dengan baik di jaman sekarang ini memang membutuhkan banyak membaca dan peka terhadap sekitar. Kenapa harus lebih peka dan banyak membaca? Pasalnya, mendampingi anak-anak tumbuh kembang di jaman sekarang memiliki tingkat kesulitan yang diluar batas. Karena, gaya hidup orang tua di jaman sekarang memang cukup rumit dan itu berpengaruh pada anak. Banyak orang tua yang terlalu cuek saat mendampingi anak tumbuh kembang.

Dari pola makan hingga gaya hidup yang sembarangan dapat menjadi faktor utama anak tidak tumbuh kembang dengan maksimal. Apalagi kurikulum sekolah di jaman sekarang terlalu memberatkan anak, sehingga anak dituntut keras dalam belajar. Sepulang sekolah anak terlihat murung, lemas, lesu dan tidak energik. Sering terlihat anak lemas dan mengantuk.  Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah kekurangan gizi dan nutrisi pada tubuh anak.

Untuk menghindari anak-anak kekurangan gizi dan nutrisi pada tubuhnya. Dapat terjadi karena orang tua kurang paham dalam mencukupi kebutuhan tubuh anak. Jika menginginkan anak tumbuh dengan cerdas dan memiliki ketrampilan yang kreatif, maka membiasakan anak cukup kebutuhan tubuhnya tidak akan sulit untuk mewujudkannya.

Dan pastinya tidak akan menjumpai anak-anak yang lemas dan lesu. Jangan mengabaikan keluhan anak yang sering anak utarakan. Ini melatih para orang tua untuk mendengarkan dan menyikapi anak dengan bijak. Anak-anak akan tumbuh dengan baik jika orang tua juga mendampinginya dengan baik. Nutrisi merupakan asupan paling penting untuk anak. Jika anak kekurangan nutrisi di dalam tubuhnya maka fungsi organ tubuh anak tidak berjalan dengan maksimal. Bisa menyebabkan anak lemas, lesu dan sering mengantuk.

anak lemas dan mengantuk

Solusi Anak Lemas Dan Mengantuk

Bagaimana mengatasi anak kekurangan nutrisi pada tubuh anak? Bisa dengan mencukupi asupan makanan yang mengandung banyak nutrisinya. Sumber protein bisa didapatkan pada bahan makanan seperti tahu, tempe, susu, daging, ikan laut, brokoli dan lain sebagainya.

Memberikan asupan makanan sehat pada anak dapat mempengaruhi aktifitasnya. Jika anda sering memberikan junkfood atau makanan cepat saji pada anak maka tidak heran jika anak selalu lemas, lesu dan lemah. Karena pada junkfood atau makanan cepat saji sama sekali tidak terdapat kandungan gizi dan nutrisi. Jika lama anak dibiarkan makan makanan tersebut akan berpengaruh buruk pada tumbuh kembangnya.

Jika sudah terlanjur membiasakan anak makan makanan cepat saji, maka dengan mengubahnya secara perlahan dan memberikan vitamin tambahan pada anak adalah langkah yang tepat. Ini untuk melatih anak agar tidak kecanduan makan makanan tidak sehat sejak dini. Asupan makanan adalah sumber utama yang paling penting. Makanan juga merupakan sumber energi bagi tubuh anak.

Makanan sehat dapat diolah tubuh yang kemudian difungsikan ke seluruh bagian tubuh sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan baik. Berbeda dengan makanan cepat saji yang tidak memiliki nilai gizi dan nutrisi sama sekali.

Melatih anak sejak dini dengan membiasakan pola makan sehat adalah langkah yang paling penting. Pepatah mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah tersebut memang sangat benar karena menjaga kesehatan adalah yang paling sulit.

Dikarenakan gaya hidup yang berantakan, pola makan yang tidak sehat serta lingkungan yang kurang mendukung bisa mempengaruhi kehidupan dan kesehatan seseorang. Dan itu dapat berdampak pada kesehatan anak. Dimulai dari diri sendiri, mari lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh kita dan anak-anak kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *