Dampak Pola Asuh Permisif yang Berlebihan Terhadap Anak

pola asuh permisif

Menjadi orang tua memang tugas yang berat. Karena harus mengantar anak-anak pada kehidupan yang lebih baik. Kemudian muncul beberapa pola asuh yang biasanya diterapkan oleh orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Pola asuh tersebut antara lain adalah pola asuh permisif, otoriter, otoritatif dan demokratis. Sebetulnya masih banyak macam pola asuh selain ke empat hal tersebut. Dan masing-masing pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangannya, termasuk pada pola asuh permisif.

Pola asuh yang sering digunakan oleh kebanyakan orang tua adalah pola asuh permisif. Semua pola asuh akan memiliki dampak pada anak. Jadi lebih baik menerapkan pola asuh yang tepat agar anak berkembang dan tumbuh dengan baik. Berbicara tentang pola asuh yang tepat ternyata dampak dari permisif yang diterapkan oleh kebanyakan orang tua berpengaruh pada psikologis anak.

Pola asuh permisif merupakan pola asuh yang kebanyakan membiarkan atau membenarkan tindakan anak, sehingga anak bertidak sesuai keinginannya. Pola asuh ini juga tidak memiliki pengendalian serta bimbingan yang benar dari orang tua. Karena minimnya pengarahan secara tegas pada orang tua yang kemudian berdampak buruk pada anak.

Ciri orang tua yang menerapkan pola permisif bisa ditandai dengan tidak memberi batasan-batasan pada anak, orang tua bersifat asuh tak acuh dan sering memberikan ijin anak untuk mengambil keputusannya sendiri. Pola perilaku juga akan berimbas pada social anak dan membiarkan anak meraba sendiri situasi yang terlalu sulit tanpa pengendalian dan bimbingan orang tua.

Kelebihan dan kekurangan Pola Asuh Permisif

Pentingnya mengetahui dampak dari pola asuh yang diterapkan memang hal yang paling penting. Karena anak-anak akan tumbuh dan berkembang denga pola asuh yang orang tua terapkan. Masing-masing pola asuh memiliki kelebihan serta kekurangannya. Berikut ini akan dijelaskan kekurangan dan kelebihan dari pola asuh permisif.

  1. Kekurangan dari Pola Asuh Permisif
  • Anak akan memiliki karakteristik yang menyimpang, seperti impulsive, tidak patuh, egois, agresif, manja dan semaunya sendiri
  • Anak tidak akan memiliki rasa takut terhadap orang yang lebih tua
  • Membuat anak menjadi pemalas atau malas-malasan
  • Anak akan lebih nekat melakukan sesuatu dan berbuat sembrono
  • Anak lebih sering menyepelekan perintah orang tua
  • Hubungan antara anak dan orang tua akan kurang perihal perhatian dan komunikasi
  • Akan banyak menuntut orang tua memberikan fasilitas yang berlebihan

 

  1. Kelebihan dari Pola Asuh Permisif
  • Anak lebih membentuk sikapnya menuju mandiri
  • Anak memiliki sikap inisiatif yang tinggi karena berperan penuh untuk mengatur dirinya sendiri
  • Anak akan mudah bergaul karena memiliki kebebasan dalam mengambil semua keputusan
  • Anak akan mudah lepas dari orang tua dan tidak bergantung pada orang tua

Dari sekian kekurangan dan kelebihan pola asuh permisif, ternyata lebih banyak dampak negatifnya dibandingkan positifnya. Namun sebenarnya jika anak mampu menggunakan kebebasannya secara bertanggung jawab dan benar pasti akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri dan memiliki inisiatif yang tinggi dalam mewujudkan berbagai hal dalam hidup. Tetapi kembali lagi pada pribadi masing-masing tiap anak yang berbeda-beda yang memiliki keunikan sendiri. Oleh karenanya peran orang tua menjadi sangat penting dalam mendampingi perkembangan anak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*